Sajadah diri seperti angin
Menghembus dalam tadarusnya
Mengeja kitab-kitab usang
Yang hanya dijadikan pajangan
Ketimbang dijadikan pemantap hatinya
Dalam meraih waktu dengan tangkapan jarang
Walau tertatih-tatih
Terus saja dengkurnya berlapaz
Menghitung desah yang berpadah
“Kami telah mengeras dalam pewatas”
Ruang Guru, 24 Februari 2011
Selasa, 24 Mei 2011
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Belamin Selalu Berseri Oleh: Sarifudin Kojeh ...
-
Oleh: M. Saifun salakim Rumah rumput memaguti burung patah sayap Masih dapat terbang bebas mengangkasa Menyinggahi rembulan berzikir renyah ...
-
“Ah ... A mboi cantiknya,” seruku. Terpana. “Astaghfirullah .... ” Gadis itu memekik. Karena, kerudung yang dipakainya robek. Mempe...
-
Rasa sakit mendera badannya bagian bawah. Ada apa ya? Rasanya begitu beratnya. Seperti diganduli beban berat yang berton-ton. Jangan-jangan ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar