Oleh: M. Saifun Salakim
Sepertinya kerinduan tak berhenti mengejarnya
Ingin selalu bersamanya dalam denyutan napas
Walau kerinduan itu meresah-menggundah
Kadangkala kerinduan itu hanya bisa merangkai kata
Tapi tak bisa dibaca huruf-hurufnya
Hanya dapat dipahami makna kehadirannya lewat perasaan
Apalagi kerinduan itu sudah memakan sisa kehidupannya
Menggelayutkan jiwanya di tiang kepanasan sinar mentari
Yang terbit dari balik baju kembang perawan pelangi itu
Begitu nikmatnya menikmati sisa-sisa butiran hujan
Terkentalkan dalam setiap perjalanannya
Menapaki kerinduannya terhadap kecerahan bintang
Yang akan dijadikannya jantung dalam kehidupan
Sepertinya kerinduan adalah sebagian kodratnya
Dalam menyempurnakan ibadahnya di kehidupan ini
Meja Telepon (PTK), 21032008
Jumat, 21 Maret 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Jingga Aksara Menawan Puisi akrostik dari nama: Musfeptial Karya: Sarifudin Kojeh Menjemput ji...
-
Oleh: M. Saifun salakim Rumah rumput memaguti burung patah sayap Masih dapat terbang bebas mengangkasa Menyinggahi rembulan berzikir renyah ...
-
Oleh: M. Saifun salakim Menutup lembaran angin Saat putih-putih mengeposkan email Saat gelegar gendang menghempas di pucuk AC Belum bisa ter...
-
Rasa sakit mendera badannya bagian bawah. Ada apa ya? Rasanya begitu beratnya. Seperti diganduli beban berat yang berton-ton. Jangan-jangan ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar