Di dalam hutan dia berpetualang
Menemukan sisa cintanya yang gundul
Dari pohon-pohon yang sudah gersang
Di dalam napasnya daun-daun yang enggan mekar
Di kelupasnya air kasih yang menetes lamban
Selamban gerakan matanya menatap sunyi
Di dalam lautan dia menyelami
Kedalaman cintanya yang telah tercemar
Karbondioksida, limbah pabrik, lumpur hitam
Dari kepekatan yang mengelam
Di dalamnya, udang-udang dan mahluk dasar lautan
Hanya dapat kelimbungan mereguk kematian
Karena ulah napsu tak mengenal cinta kasih
Hanya dia yang mampu bertahan hidup
Untuk sejuta tahun mendatang
Dalam petualangan dan penyelamannya
Sampai ke dasar ketulusan dan keikhlasan
Karena dia telah memahami cinta sebenarnya cinta
Depan Laptop (PTK), 24032008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Jingga Aksara Menawan Puisi akrostik dari nama: Musfeptial Karya: Sarifudin Kojeh Menjemput ji...
-
Oleh: M. Saifun salakim Rumah rumput memaguti burung patah sayap Masih dapat terbang bebas mengangkasa Menyinggahi rembulan berzikir renyah ...
-
Oleh: M. Saifun salakim Menutup lembaran angin Saat putih-putih mengeposkan email Saat gelegar gendang menghempas di pucuk AC Belum bisa ter...
-
Rasa sakit mendera badannya bagian bawah. Ada apa ya? Rasanya begitu beratnya. Seperti diganduli beban berat yang berton-ton. Jangan-jangan ...
1 komentar:
lagi poling in lop ya bang??
Posting Komentar