Oleh: M. Saifun salakim
Sungguh manisnya baju tompal-tompel
Menawarkan cintanya lewat senyuman
Walau tikaman belati panas matahari napsu
Sering mencabik-cabik jantung kesadaran dirinya
Padahal kita bisa membagikan segelas susu itu
Dari ambing kelebihan kita yang selalu kebanjiran
Berlelehan terbuang percuma
Merengkahkan tanah keingkaran
Mengabaikan kejernihan hijau muda berlumut
Saat tertanam di bungkusan kelopak ari-ari ilahi
Sungguh manisnya baju tompal-tompel
Dikenakan wanita tua pada putaran waktu hatinya
Bergerak tersendat-sendat tak tentu arah
Dengan jarum panjangnya meraih impian
Dengan jarum pendeknya menerima kenyataan pahit
Berjalan tak berhenti sedetik rasa pun menanti
Ketika sayang diri membalikkan putaran imaji
Ketika seratus delapan puluh kasih berputar lincahnya
Barulah terbaca keindahan baju tompal-tompel itu
Yang kita temukan di kedalaman hati ini
Menjelma menjadi sosok sahabat sejati
Inilah kunci kasih sayang ilahi
Kursi Laptop (PTK), 18102007
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Jingga Aksara Menawan Puisi akrostik dari nama: Musfeptial Karya: Sarifudin Kojeh Menjemput ji...
-
Oleh: M. Saifun salakim Rumah rumput memaguti burung patah sayap Masih dapat terbang bebas mengangkasa Menyinggahi rembulan berzikir renyah ...
-
Oleh: M. Saifun salakim Menutup lembaran angin Saat putih-putih mengeposkan email Saat gelegar gendang menghempas di pucuk AC Belum bisa ter...
-
Rasa sakit mendera badannya bagian bawah. Ada apa ya? Rasanya begitu beratnya. Seperti diganduli beban berat yang berton-ton. Jangan-jangan ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar