Oleh: M. Saifun salakim
Bersandar di kursi goyang ketuaan
Angin kebiruan mengepul dari sebatang rokok
Meloloh kue Juliett sebuah kesetiaan
Bersama minuman anggur kenisbian
Mengarak pinta si mata tua cemerlang
Dengan mengayak sungai kedalaman intan terpendam
Yang bertapok dalam busa malam melolong…………
Sandarkan napas tinggal satu dentang jam
Dalam goresan pena melingkar jalinan waktu
Menebarkan puisi yang tak pernah usang
Selalu bercahaya kemilau dalam lautan purnama
Menyungkupi tubuh lusuh menguncup ini
Berkaca di depan cerminan retak
Hanya bertambur bangsal naluri
Bahwa jalanan meniti senja adalah cinta
mata dewa-dewi
Dengan segarnya senyuman kuncup mengembang
Di bidara nirwana
Kamar Sunyi, 6 November 2001 (21.50)
Kamis, 13 September 2007
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Belamin Selalu Berseri Oleh: Sarifudin Kojeh ...
-
Oleh: M. Saifun salakim Rumah rumput memaguti burung patah sayap Masih dapat terbang bebas mengangkasa Menyinggahi rembulan berzikir renyah ...
-
Oleh: M. Saifun salakim Menutup lembaran angin Saat putih-putih mengeposkan email Saat gelegar gendang menghempas di pucuk AC Belum bisa ter...
-
Jingga Aksara Menawan Puisi akrostik dari nama: Musfeptial Karya: Sarifudin Kojeh Menjemput ji...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar