: Flora Yohana
Oleh: M. Saifun salakim
tetes hujan jatuh berderai
membasahi bening-bening kaca sanubari
dalam kehidupanku untuk sekian kalinya
aku tergamam
saat petir mengabarkan
bahwa kilat telah membawa pergi sahabatku
ke peraduan langit senyap tak bertamborin nada
tetes-tetes hujan yang berderai
membasahi bening-bening kaca sanubari
akan aku jadikan embun mahligai
sebagai minumanmu di alam kebekuan insan
sebab itulah yang dapat kupersembahkan
di pangkuanmu di kepala lembut kasihnya ibu
selain setangkup kesturi untuk menujumu kesana
tetes-tetes hujan yang berderai
membasahi bening-bening kaca sanubari
akan selalu menyirami keharuman kembangmu
dan terus kurasuki kewangiannnya dalam diriku
hingga aku tidak dapat lagi
mendesah lempang searah jarum jam
Pontianak, 3 Oktober 2001
Rabu, 12 September 2007
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Jingga Aksara Menawan Puisi akrostik dari nama: Musfeptial Karya: Sarifudin Kojeh Menjemput ji...
-
Oleh: M. Saifun salakim Rumah rumput memaguti burung patah sayap Masih dapat terbang bebas mengangkasa Menyinggahi rembulan berzikir renyah ...
-
Oleh: M. Saifun salakim Menutup lembaran angin Saat putih-putih mengeposkan email Saat gelegar gendang menghempas di pucuk AC Belum bisa ter...
-
Rasa sakit mendera badannya bagian bawah. Ada apa ya? Rasanya begitu beratnya. Seperti diganduli beban berat yang berton-ton. Jangan-jangan ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar