M. Saifun salakim
Pengembara mencari sahabat sejatinya
Di tanah, tiada jejaknya
Di bumi, tiada bentuknya
Di langit, tiada kelihatan
Lelah tidak, dia mencari
Di angin, tiada ujudnya
Di lautan, tiada bayangannya
Di hutan, tiada gaungannya
Di ujung rembulan
Pengembara baru menemukan separuh
Sahabat sejatinya
Suatu kepedulian : keindahan rasa
Selebihnya akan dijumpainya
Sahabat sejatinya itu
Yang menunggunya
Di peraduannya terakhir
Korem, 22 Agustus 2001 (20.33)
(Dipublikasikan di Harian Kapuas Post, 2001)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Belamin Selalu Berseri Oleh: Sarifudin Kojeh ...
-
Oleh: M. Saifun salakim Rumah rumput memaguti burung patah sayap Masih dapat terbang bebas mengangkasa Menyinggahi rembulan berzikir renyah ...
-
“Ah ... A mboi cantiknya,” seruku. Terpana. “Astaghfirullah .... ” Gadis itu memekik. Karena, kerudung yang dipakainya robek. Mempe...
-
Rasa sakit mendera badannya bagian bawah. Ada apa ya? Rasanya begitu beratnya. Seperti diganduli beban berat yang berton-ton. Jangan-jangan ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar