: untuk pemerhati negeriku
Oleh: M. Saifun salakim
reformasi hanya batok tengkorak
berserakan di jalan negeriku
reformasi hanya tembang payung kebesaran
berada di dalam rumah, menaungi tubuh negeriku
reformasi hanya perisai hujan dahsyat
mendekam di bumi hati tikus-tikus negeriku
reformasi hanya permainan sulap
meninabobokan kelinci putih negeriku
tak ingin
indah negeriku hanya batok tengkorak
aman negeriku hanya tameng payung kebesaran
damai negeriku hanya perisai hujan dahsyat
tenteram negeriku hanya permainan sulap
yang diinginkan
reformasi negeriku membuka tabir kabut
yang melingkupinya dengan menguak bulan purnama
Jalan Atot Ahmad, 7 Mei 2001 (11.00)
(Dipublikasikan di Akcaya Pontianak Post, 2000)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Jingga Aksara Menawan Puisi akrostik dari nama: Musfeptial Karya: Sarifudin Kojeh Menjemput ji...
-
Oleh: M. Saifun salakim Rumah rumput memaguti burung patah sayap Masih dapat terbang bebas mengangkasa Menyinggahi rembulan berzikir renyah ...
-
Oleh: M. Saifun salakim Menutup lembaran angin Saat putih-putih mengeposkan email Saat gelegar gendang menghempas di pucuk AC Belum bisa ter...
-
Rasa sakit mendera badannya bagian bawah. Ada apa ya? Rasanya begitu beratnya. Seperti diganduli beban berat yang berton-ton. Jangan-jangan ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar