: Kebaktian Diri
Oleh: M. Saifun salakim
Tak berlabuh senyuman engkau
Pada kapal berlayar dengan megahnya
Padahal tak ada angin kencang
Padahal tak ada burung camar yang selalu bising
Mematuk-matuk makanannya
Yang terdapat dalam lautan
Berupa mineral dan protein
Tak ada awan yang mengundang gerimis
Tak ada kecoklatan memanggil senja bertengger
Di alismu adalah samudera maha luas
Masih juga senyuman engkau tak berkembang
Padahal kembang tetap mekar harum seroja
Padahal merpati terus saja melanglang buana
Dengan kepakan sayapnya mencumbu kasihnya
Di lingkaran indah lengkungan pelangi
Yang dilaluinya dalam menjalin kehidupannya
Apakah senyuman engkau akan merekah
Di baturnya gunung yang berkanji-kanji
Melalapnya dengan mendaki-daki kerikil tajam
Seperti layaknya air dengan tebing
Bersama dengungkan mantera doa-doa
Kasih adalah abadi
Ingin hidup sepuas jari menunjuk diri
Kurlat (Balber), 12052004
Kamis, 26 Juli 2007
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Jingga Aksara Menawan Puisi akrostik dari nama: Musfeptial Karya: Sarifudin Kojeh Menjemput ji...
-
Oleh: M. Saifun salakim Rumah rumput memaguti burung patah sayap Masih dapat terbang bebas mengangkasa Menyinggahi rembulan berzikir renyah ...
-
Oleh: M. Saifun salakim Menutup lembaran angin Saat putih-putih mengeposkan email Saat gelegar gendang menghempas di pucuk AC Belum bisa ter...
-
Rasa sakit mendera badannya bagian bawah. Ada apa ya? Rasanya begitu beratnya. Seperti diganduli beban berat yang berton-ton. Jangan-jangan ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar