Oleh: M. Saifun salakim
Ketika api memabukkan air
Menantikan hujan turun mengguyur
Sebegitulah hebatnya seribu penantian
Sejuta harapan kian membenam
Berbekas di bundaran bulat kepala pelangi
Menikmati musim perkasihan semi bergumul
Di lebat-lebatnya siuran pucuk ilalang jiwa
Di deras-derasnya dentingan guntur menggonggong
Di lancar-lancarnya tamborin kilat menyalak
Wajahmu yang bernyanyi-nyanyi
Dilambaikan gejolak angin berpadu rindu
Dengan guguran daun-daun cemara
Melayang-layang mencium kening di tanah
Bersemayamnya di kehangatan pangkuan ibu
Lembut meresap sepenuhnya
Terasa merangai derai diri di sejuk bakti
Kurcok (Balber), 20092004
(Dipublikasikan di Ketapang Pers, Januari 2006)
Kamis, 26 Juli 2007
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Jingga Aksara Menawan Puisi akrostik dari nama: Musfeptial Karya: Sarifudin Kojeh Menjemput ji...
-
Oleh: M. Saifun salakim Rumah rumput memaguti burung patah sayap Masih dapat terbang bebas mengangkasa Menyinggahi rembulan berzikir renyah ...
-
Rasa sakit mendera badannya bagian bawah. Ada apa ya? Rasanya begitu beratnya. Seperti diganduli beban berat yang berton-ton. Jangan-jangan ...
-
Oleh: M. Saifun salakim Menutup lembaran angin Saat putih-putih mengeposkan email Saat gelegar gendang menghempas di pucuk AC Belum bisa ter...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar