Oleh: M. Saifun salakim
Ketika api memabukkan air
Menantikan hujan turun mengguyur
Sebegitulah hebatnya seribu penantian
Sejuta harapan kian membenam
Berbekas di bundaran bulat kepala pelangi
Menikmati musim perkasihan semi bergumul
Di lebat-lebatnya siuran pucuk ilalang jiwa
Di deras-derasnya dentingan guntur menggonggong
Di lancar-lancarnya tamborin kilat menyalak
Wajahmu yang bernyanyi-nyanyi
Dilambaikan gejolak angin berpadu rindu
Dengan guguran daun-daun cemara
Melayang-layang mencium kening di tanah
Bersemayamnya di kehangatan pangkuan ibu
Lembut meresap sepenuhnya
Terasa merangai derai diri di sejuk bakti
Kurcok (Balber), 20092004
(Dipublikasikan di Ketapang Pers, Januari 2006)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar