Dia menangis menghiba-hiba
Karena puting susu mamanya mengendor
Puting susu itu tergeletak lelah
Di sela-sela pergulatan kehidupan ini
Tanpa alas menemaninya
Hanya berkasutkan angin perasaan sepoi-sepoi
Mengetuk nurani untuk beranjangsana padanya
Pontianak, 26052008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Belamin Selalu Berseri Oleh: Sarifudin Kojeh ...
-
Oleh: M. Saifun salakim Menutup lembaran angin Saat putih-putih mengeposkan email Saat gelegar gendang menghempas di pucuk AC Belum bisa ter...
-
Oleh: M. Saifun salakim Rumah rumput memaguti burung patah sayap Masih dapat terbang bebas mengangkasa Menyinggahi rembulan berzikir renyah ...
-
Rasa mulas m elilit-lilit. Kening berkerut. Mulut mengucapkan kata Allah untuk menahan rasa sakit. “ Subhanallah!” jerit nya ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar