Judul : Ular
Anak kecil berkerumun. Meneriakan ular yang masuk ke dalam kutang seorang ibu. Ia bertelur. Melahirkan silikon. Silikon itu melarikan diri masuk kolong rumah Bu Ayu. Menjelma jadi ular yang panjang dan besar. Mendesis-desiskan lidahnya. Memangsa seekor raong.
Keributan itu mengundang orang tua untuk melihatnya. Jadilah penampakan ular itu menjadi tontonan. Orang banyak berteriak.
“Bunuh! Bunuh!”
Aceng dengan serampangnya telah menikam ular itu. Lalu ditariknya keluar dari kolong rumah. Malang nasib ular itu. Di luar ia dibantai habis-habisan. Napasnya kabur menuju awan. Tapi buntutnya masih menunjukkan kehidupannya.
“Hidup! Hidup!”
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Belamin Selalu Berseri Oleh: Sarifudin Kojeh ...
-
Oleh: M. Saifun salakim Rumah rumput memaguti burung patah sayap Masih dapat terbang bebas mengangkasa Menyinggahi rembulan berzikir renyah ...
-
“Ah ... A mboi cantiknya,” seruku. Terpana. “Astaghfirullah .... ” Gadis itu memekik. Karena, kerudung yang dipakainya robek. Mempe...
-
Rasa sakit mendera badannya bagian bawah. Ada apa ya? Rasanya begitu beratnya. Seperti diganduli beban berat yang berton-ton. Jangan-jangan ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar