Selasa, 18 September 2007

R a p u h

M. Saifun salakim


Tanpa perasaan dia tinggalkan jejak luka
Dari setangkai malam sampai sepotong senja
Dari bunga teja sampai kembang ufuk

Pukul empat memeluk dada lecek
Derap langkah tak berirama meninggalkan resah
Kesetiaan selama ini kusandarkan
Pada jendela embun dan pintu gerimis

Masih adakah dia membukakan lebar-lebar pintu janjiku
Menggeluti karpet merah kenisbian
Di titik nol derajat celcius
Di nadir bulat keperkasaannya

Aku rapuh dalam kemahabesaran-Mu

Pontianak, 17092007 (04.20 subuh)

Tidak ada komentar:

Jingga Aksara Menawan Puisi akrostik dari nama: Musfeptial Karya: Sarifudin Kojeh                                        Menjemput ji...