M. Saifun salakim
Tanpa perasaan dia tinggalkan jejak luka
Dari setangkai malam sampai sepotong senja
Dari bunga teja sampai kembang ufuk
Pukul empat memeluk dada lecek
Derap langkah tak berirama meninggalkan resah
Kesetiaan selama ini kusandarkan
Pada jendela embun dan pintu gerimis
Masih adakah dia membukakan lebar-lebar pintu janjiku
Menggeluti karpet merah kenisbian
Di titik nol derajat celcius
Di nadir bulat keperkasaannya
Aku rapuh dalam kemahabesaran-Mu
Pontianak, 17092007 (04.20 subuh)
Selasa, 18 September 2007
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Belamin Selalu Berseri Oleh: Sarifudin Kojeh ...
-
Oleh: M. Saifun salakim Rumah rumput memaguti burung patah sayap Masih dapat terbang bebas mengangkasa Menyinggahi rembulan berzikir renyah ...
-
“Ah ... A mboi cantiknya,” seruku. Terpana. “Astaghfirullah .... ” Gadis itu memekik. Karena, kerudung yang dipakainya robek. Mempe...
-
Rasa sakit mendera badannya bagian bawah. Ada apa ya? Rasanya begitu beratnya. Seperti diganduli beban berat yang berton-ton. Jangan-jangan ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar