Oleh : M. Saifun salakim
TANAH adalah SIFAT
Lekat-lekat ketat bukan retak
Lekang
TENANG adalah BERKAH
Desah-desah tunduk pasrah bukan merah
Dalam hening rekah
API adalah SEMANGAT
Kisi-kisi jeruji melepuh bukan gari-gari mengganas
Dengan waktu mengecil
ANGIN adalah IBADAH
Dedak-dedak jadi intan bukan rentan
Pada lesung ketulusan segantang
SEPI adalah AKAL
Kemudi sekal bukan kapal-kapalan
Mendarat di pantai tanpa pesisir
Hanya pasirnya mengenal dirinya kental
AIR adalah BUDI
Percikan nektar mawar bukan berduri
Dari kendi keikhlasan selaksa hati
INTAN BERLIAN adalah HATI
Inti sinar kerak bumi bukan mati
Dalam tapal batas tiada memberi
Cuma kenali diri sejati di dengung albarjanji
Tuk membuka gembok hakikat kehidupan ini
Jalan Atot Ahmad, 7 April 2001
Rabu, 12 September 2007
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Jingga Aksara Menawan Puisi akrostik dari nama: Musfeptial Karya: Sarifudin Kojeh Menjemput ji...
-
Oleh: M. Saifun salakim Rumah rumput memaguti burung patah sayap Masih dapat terbang bebas mengangkasa Menyinggahi rembulan berzikir renyah ...
-
Oleh: M. Saifun salakim Menutup lembaran angin Saat putih-putih mengeposkan email Saat gelegar gendang menghempas di pucuk AC Belum bisa ter...
-
Rasa sakit mendera badannya bagian bawah. Ada apa ya? Rasanya begitu beratnya. Seperti diganduli beban berat yang berton-ton. Jangan-jangan ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar