: renungan di jalan itikaf
Oleh : M. Saifun salakim
kau kuntum berduri tetapi mawar
kau racun mematikan tetapi madu
kau gubuk bambu tetapi hotel berbintang tujuh
yang menjadikan aku
hati sebuah masjid
jalan sebuah tikar sajadah dalam sembahyang
mata sebuah pisau mengupas buah kedondong
telinga sebuah tembang prematur cinta
tidur sebuah doa elegi jiwa
tubuh sebuah ketiadaan
diantara lautan langit dan bumi
pada kedangkalan ilmu pengetahuan
diantara alam dan alam
pada ketidakmampuan mengungkap tuntas
rahasia miliknya
aku dan kau secuil daging remuk melapuk
sejenis tulang sulbi
tuk menemui kasih setia di tiada masa
Jalan Atot Ahmad, 5 Mei 2001
(Dipublikasikan di Akcaya Pontianak Post, 2000)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Belamin Selalu Berseri Oleh: Sarifudin Kojeh ...
-
Oleh: M. Saifun salakim Rumah rumput memaguti burung patah sayap Masih dapat terbang bebas mengangkasa Menyinggahi rembulan berzikir renyah ...
-
Oleh: M. Saifun salakim Menutup lembaran angin Saat putih-putih mengeposkan email Saat gelegar gendang menghempas di pucuk AC Belum bisa ter...
-
Jingga Aksara Menawan Puisi akrostik dari nama: Musfeptial Karya: Sarifudin Kojeh Menjemput ji...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar