Oleh: M. Saifun salakim
Pecinta menjadi gila semakin gila
Ketika ramadan tiba
Peluh dan keringat menjadi mati suri
Tiada terkirakan
Mengalir di jantung hati
Dalam lafalan zikir semakin membumi
Ini hari adalah sebuah penantian
Sekian detak jam memutari diri tak berhenti
Ada sebongkah kasih merindu
Melingkari jari-jari jiwa di celah hujan siang hari
Menyegarkan jiwa-jiwa beku
Dalam tarian tarawih soko-soko guru
Pecinta menjadi gila semakin gila
Ketika ramadan menjelangkan ajal menyapa
Kutuliskan sair di buku tak bertanda
Tiada kata hanya doa semata
Dalam nisan bernapaskan dendang desa
Ada kemurnian dan alamiah merekam nada
Nada cintaku yang habis digiling keranda
Pontianak, 13092007
Kamis, 13 September 2007
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Jingga Aksara Menawan Puisi akrostik dari nama: Musfeptial Karya: Sarifudin Kojeh Menjemput ji...
-
Oleh: M. Saifun salakim Rumah rumput memaguti burung patah sayap Masih dapat terbang bebas mengangkasa Menyinggahi rembulan berzikir renyah ...
-
Oleh: M. Saifun salakim Menutup lembaran angin Saat putih-putih mengeposkan email Saat gelegar gendang menghempas di pucuk AC Belum bisa ter...
-
Rasa sakit mendera badannya bagian bawah. Ada apa ya? Rasanya begitu beratnya. Seperti diganduli beban berat yang berton-ton. Jangan-jangan ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar