M. Saifun salakim
Kau adalah istana tak berpintu
Megah berdiri di singgasana rindu
Menyemangatiku menelusuri celah-celah dinding
Mungkin ada sedikit tersisa lubang-lubang istimewa
Yang bisa meloloskan setitik jalur pernapasan
Mengalir deras masuk ke dalam rusuk kananmu
Tapi istana tak berpintu bangkit sendiri
Menderapkan langkah dengan gerutu
Giginya menderu
Mengumbar tawanya bau gaharu
Menjerat-jerat aliran urat nadi
Kelu
Menyingkap wajah mahoninya
Di dialog budi
Dua layar
R. Mak Pebri (Balber), 08062006
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Belamin Selalu Berseri Oleh: Sarifudin Kojeh ...
-
Oleh: M. Saifun salakim Rumah rumput memaguti burung patah sayap Masih dapat terbang bebas mengangkasa Menyinggahi rembulan berzikir renyah ...
-
Oleh: M. Saifun salakim Kebahagiaan adalah kehadiran Kecipak angsa putih Di balik lolongan anjing terik hari Berupa titik tak berkoma R. Pus...
-
Oleh: M. Saifun salakim Menutup lembaran angin Saat putih-putih mengeposkan email Saat gelegar gendang menghempas di pucuk AC Belum bisa ter...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar