: Ola dan Koceng
Oleh: M. Saifun salakim
cawan-cawan yang berkumis
memakan sendi-sendi urat nadi
perhubungan setia
antarteman-temanku
bercanda dengan gelak tawa sepi
membuncah dengan kegilaan bercerita
yang misai dari kumis-kumis itu
telah menghantarkan tapak-tapak hidup
pada jejak-jejak selalu diukir
di warung itu yang berbangku kuning
melingkari empat persegi sudut ruangan coklat
dan meja panjang yang tak berhenti bercinta
Warung Mak Sidin (Balber), 27062006
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Belamin Selalu Berseri Oleh: Sarifudin Kojeh ...
-
Oleh: M. Saifun salakim Rumah rumput memaguti burung patah sayap Masih dapat terbang bebas mengangkasa Menyinggahi rembulan berzikir renyah ...
-
“Ah ... A mboi cantiknya,” seruku. Terpana. “Astaghfirullah .... ” Gadis itu memekik. Karena, kerudung yang dipakainya robek. Mempe...
-
Rasa sakit mendera badannya bagian bawah. Ada apa ya? Rasanya begitu beratnya. Seperti diganduli beban berat yang berton-ton. Jangan-jangan ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar