M. Saifun salakim
Setangkai lilin dipetiknya dari hutan cuci-caci
Dan juga dirangkumnya sebuket
Hiasan belantara pati-maki
Sebuah makanan kehidupan yang lezat
Menangkis debu-debu pekat saling berlomba-lomba
Dengan derap tembang tajam sinis mengilu rasa
Agar mencemongi wajah polosnya dengan warna-warni
Ditepisnya dengan garang
“Aku masih bisa bernyanyi merdu”
walau sumbang kaleng rombeng
gitar bolong
“Aku masih bisa bergelora bersama ombak menata buih”
walau tak pernah yang mau menolehkan diri
dengan senyuman berarti
adalah cahaya menusuk jantung kami
yang kemilaunya
adalah pembungkus tubuh ini
waktu terlewatkan sedenyut tarikan napas
berserabutlah duka menata peka padanya
membiarkan bersujudnya Mekkah di nano-nanonya
gelombang air salju mengalir terlalu mahal
untuk mengalir ke sungai bermuara bening itu
tak mentawa
oh kapuas
kita masih saudaranya
Rugu Sunyi (Balber), 30052004
Kamis, 26 Juli 2007
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Jingga Aksara Menawan Puisi akrostik dari nama: Musfeptial Karya: Sarifudin Kojeh Menjemput ji...
-
Oleh: M. Saifun salakim Rumah rumput memaguti burung patah sayap Masih dapat terbang bebas mengangkasa Menyinggahi rembulan berzikir renyah ...
-
Oleh: M. Saifun salakim Menutup lembaran angin Saat putih-putih mengeposkan email Saat gelegar gendang menghempas di pucuk AC Belum bisa ter...
-
Rasa sakit mendera badannya bagian bawah. Ada apa ya? Rasanya begitu beratnya. Seperti diganduli beban berat yang berton-ton. Jangan-jangan ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar