Oleh: M. Saifun salakim
Dalam diari kehijau-hijauan
Yang sudah lusuh mengekalkan maknawinya
Dibiarkannya kesejukan membelai-belai
Rumpun-rumpun diri termaktab dalam kitab-kitab
Yang senang dibaca setiap waktu berlari
Menggapai tepian masa di nadir langit jiwa
Pamerkan pesonamu setiap pancaroba berkadi-kadi
Menerabas “Gnothi Seauton” melambai-lambai
“Atmanam Vidhi” yang cukup menekuk lutut
Beku sudah di wajah nol derajat celcius
Lilin Dua (Rugu Balber), 30052004
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Belamin Selalu Berseri Oleh: Sarifudin Kojeh ...
-
Oleh: M. Saifun salakim Rumah rumput memaguti burung patah sayap Masih dapat terbang bebas mengangkasa Menyinggahi rembulan berzikir renyah ...
-
“Ah ... A mboi cantiknya,” seruku. Terpana. “Astaghfirullah .... ” Gadis itu memekik. Karena, kerudung yang dipakainya robek. Mempe...
-
Rasa sakit mendera badannya bagian bawah. Ada apa ya? Rasanya begitu beratnya. Seperti diganduli beban berat yang berton-ton. Jangan-jangan ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar