Ingin sekali aku melihat keindahan rumahmu dari dekat,
Katanya lantainya bersih, dindingnya mengkilat, peralatan bagus-bagus, dan tidak ada debu sedikitpun
Tapi, mengapa tidak kau izinkan
Padahal, aku ingin menikmati itu semua
Biar aku betah berada di sana
Menetap dan tak tak ingin keluar lagi
Berkali-kali aku memohon padamu
Untuk diizinkan melihat keindahan rumahmu
Tapi kamu selalu tak mengizinkannya
Dengan uraian lelehan putih mengeras
AKu memohon padamu
Untuk melihat keindahan rumahmu sebentar saja
Tapi, kamu hanya tersenyum
Dan matamu tak berikan isyarat
Bahwa kamu mengizinkanku
Hingga aku melemas membawa rasa kecewa
Rumah Kontrakan (Negeri Betuah), 28 September 2011
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Belamin Selalu Berseri Oleh: Sarifudin Kojeh ...
-
Oleh: M. Saifun salakim Rumah rumput memaguti burung patah sayap Masih dapat terbang bebas mengangkasa Menyinggahi rembulan berzikir renyah ...
-
“Ah ... A mboi cantiknya,” seruku. Terpana. “Astaghfirullah .... ” Gadis itu memekik. Karena, kerudung yang dipakainya robek. Mempe...
-
Rasa sakit mendera badannya bagian bawah. Ada apa ya? Rasanya begitu beratnya. Seperti diganduli beban berat yang berton-ton. Jangan-jangan ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar