: W.S. Rendra
Burung merak terbang bebas
Ke alam luas tanpa limitan bintang dan langit
Membawa puisi sejati yang akan dibacakannya
Di haribaan kasih sayang Pencipta Sejati
Dibacakannya puisi sejatinya yang penuh rima amal setia
Ditingkahi irama gendang taburan iman merendah
Di hadapan kekasih setianya Pencipta Sejati
Dengan tatapan tajam dan manggut-manggut mendengarkannya
Dia ekspresikan kebersimpuhannya dalam menghaturkan bakti
Sekian denyut kenikmatan yang telah dinikmatinya hidup
Inilah akhirnya dia harus berpeluk kasih-rindu
Dalam gelora maunya yang tak terbendung
Tampil semaksimal mungkin di hadapan Pencipta Sejati
Memberikan penilaian murni atas semua kemampuannya
Membuat puisi dan membacakan puisi sejatinya
Balai Berkuak, 3 September 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Belamin Selalu Berseri Oleh: Sarifudin Kojeh ...
-
Oleh: M. Saifun salakim Rumah rumput memaguti burung patah sayap Masih dapat terbang bebas mengangkasa Menyinggahi rembulan berzikir renyah ...
-
“Ah ... A mboi cantiknya,” seruku. Terpana. “Astaghfirullah .... ” Gadis itu memekik. Karena, kerudung yang dipakainya robek. Mempe...
-
Rasa sakit mendera badannya bagian bawah. Ada apa ya? Rasanya begitu beratnya. Seperti diganduli beban berat yang berton-ton. Jangan-jangan ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar