Jiwa penulis tersesat jauh
Karena kompas penunjuk jalannya
Hilang dilarikan kata-kata alam
Di setiap sudut waktu bergelam
Jiwa penulis tersesat jauh
Ke rimba kediaman kota hantu
Hantu-hantu yang senang makan bunga matahari cerutu
Dan senang melihat tugu khatulistiwa bersinar
Hingga sampai di ujung waktunya
Jiwa penulis tersesat di alam logika menyatu
Membaca buku-buku yang punya ayat satu
Tertuju pada makna menggugu singgasana soko guru
Rumah Perum 2 (PTK), 01072009
Kamis, 02 Juli 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Jingga Aksara Menawan Puisi akrostik dari nama: Musfeptial Karya: Sarifudin Kojeh Menjemput ji...
-
Oleh: M. Saifun salakim Rumah rumput memaguti burung patah sayap Masih dapat terbang bebas mengangkasa Menyinggahi rembulan berzikir renyah ...
-
Oleh: M. Saifun salakim Menutup lembaran angin Saat putih-putih mengeposkan email Saat gelegar gendang menghempas di pucuk AC Belum bisa ter...
-
Rasa sakit mendera badannya bagian bawah. Ada apa ya? Rasanya begitu beratnya. Seperti diganduli beban berat yang berton-ton. Jangan-jangan ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar