Menikmati senyuman gadis-gadis tol layang
Sungguh menyenangkan jiwa yang kehausan
Yang datang dari negeri jauh dari kesegaran
Menghidangkan di meja peradaban
Akan dikunyah dengan liur yang tak kental lagi
Karena lidah sudah bercabang ke lain masa
Wisma Cakrawala (Pusat Bahasa, Jakarta), 28072008
Jumat, 08 Agustus 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Belamin Selalu Berseri Oleh: Sarifudin Kojeh ...
-
Oleh: M. Saifun salakim Rumah rumput memaguti burung patah sayap Masih dapat terbang bebas mengangkasa Menyinggahi rembulan berzikir renyah ...
-
“Ah ... A mboi cantiknya,” seruku. Terpana. “Astaghfirullah .... ” Gadis itu memekik. Karena, kerudung yang dipakainya robek. Mempe...
-
Rasa sakit mendera badannya bagian bawah. Ada apa ya? Rasanya begitu beratnya. Seperti diganduli beban berat yang berton-ton. Jangan-jangan ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar