Saya kira orang itu adalah Ozon yang sudah lama menghilang. Menghilang dalam kehidupan saya. Ozon yang selalu memberikan kesegaran pada saya. Ozon yang selalu melindungi saya. Ozon yang selalu setia menerima keluh kesah saya. Ozon yang merupakan teman terbaik saya.
Saat ditinggalkannya tanpa kabar berita. Saya sempat tidak percaya bahwa teman terbaik saya telah pergi meninggalkan saya dalam kesendirian. Kesendirian yang kadangkala membuat saya terkapar dalam penyesalan-penyesalan tak berarti. Mengapa saya tidak mengontrol diri Ozon? Mengapa saya begitu teledor sehingga dia pergi begitu saja tanpa saya ketahui? Itukah yang dinamakan teman terbaiknya? Yang tidak pernah tahu dengan kesusahan dan kesulitannya? Yang tidak pernah tahu, mengapa dia lari meninggalkan saya? Maafkan saya Ozon.
Setelah saya perhatikan dengan saksama orang itu. Mendetail. Ternyata saya keliru. Dia bukanlah Ozon yang selalu saya dambakan kehadirannya sampai kapanpun.
Dia adalah Oksigen.
~&&&~
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Jingga Aksara Menawan Puisi akrostik dari nama: Musfeptial Karya: Sarifudin Kojeh Menjemput ji...
-
Oleh: M. Saifun salakim Rumah rumput memaguti burung patah sayap Masih dapat terbang bebas mengangkasa Menyinggahi rembulan berzikir renyah ...
-
Oleh: M. Saifun salakim Menutup lembaran angin Saat putih-putih mengeposkan email Saat gelegar gendang menghempas di pucuk AC Belum bisa ter...
-
Rasa sakit mendera badannya bagian bawah. Ada apa ya? Rasanya begitu beratnya. Seperti diganduli beban berat yang berton-ton. Jangan-jangan ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar