~&&&~
Sabtu, 28 Juni 2008
Pontianak, Selasa, 8 Januari 2008
Bising knalpot kendaraan yang panas memanggang wajah. Sengatan matahari yang panas membakar kulit. Terasa melelehkan semua kulit-kulit tubuh yang terlihat di persimpangan tiga ini. Tapi panas yang saat ini kita rasakan belum panas seperti panas api neraka. Memangnya kita pernah merasakannya? Sehingga memberikan penilaian seperti itu. Belum pernah. Kitakan hanya menerka-nerka saja. Sebenarnya kekuatan panas api neraka itu tidak akan pernah dapat kita ketahui. Kita hanya tahu bahwa api neraka itu adalah api yang bergejolak-gejolak. Kalau sudah bergejolak. Pasti kekuatannya sangat besar. Berarti panas apinya melebihi panas api yang biasanya. Itulah yang dapat dikatakan. Selebihnya adalah rahasia. Rahasia itu hanyalah Allah yang mengetahuinya.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Jingga Aksara Menawan Puisi akrostik dari nama: Musfeptial Karya: Sarifudin Kojeh Menjemput ji...
-
Oleh: M. Saifun salakim Rumah rumput memaguti burung patah sayap Masih dapat terbang bebas mengangkasa Menyinggahi rembulan berzikir renyah ...
-
Oleh: M. Saifun salakim Menutup lembaran angin Saat putih-putih mengeposkan email Saat gelegar gendang menghempas di pucuk AC Belum bisa ter...
-
Rasa sakit mendera badannya bagian bawah. Ada apa ya? Rasanya begitu beratnya. Seperti diganduli beban berat yang berton-ton. Jangan-jangan ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar