Matanya yang lugu adalah untaian pelangi kata
Yang melajur antara kenisbian dan kenyataan
Bertahun-tahun melekat di persimpangan segitiga
Mungkin sekali menghantui dan menggerogoti
Lintasan perjalanan yang pernah dilalui hati
Setiap dia menjalankan roda nasibnya
Wajahnya yang indah adalah balutan harapan
Menjerat jiwa
Karya padat
Seorang pelukis yang memadukan empat unsur hidup
Dari yang tidak nampak tapi memberikan kedamaian
Adalah angin yang bertiup dari ufuk kerahasiaannya
Dari yang tidak nampak menjadi nampak
Memberikan keberanian
Adalah api yang muncul dari gejolak kebenaran
Dari yang nampak memberikan ketulusan dan keikhlasan
Adalah tanah yang datang dengan kerendahan hatinya
Dari yang nampak memberikan kesabaran
Adalah air yang terus mengalir tiada hentinya
Seluruh tubuhnya yang putih adalah syukur yang terucap
Bukan sekadar kata-kata
Tetapi aplikasi diri terhadap hidupnya
Seluruh kehidupannya yang bersahaja adalah ibadahnya
Pontianak, 25032008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Jingga Aksara Menawan Puisi akrostik dari nama: Musfeptial Karya: Sarifudin Kojeh Menjemput ji...
-
Oleh: M. Saifun salakim Rumah rumput memaguti burung patah sayap Masih dapat terbang bebas mengangkasa Menyinggahi rembulan berzikir renyah ...
-
Oleh: M. Saifun salakim Menutup lembaran angin Saat putih-putih mengeposkan email Saat gelegar gendang menghempas di pucuk AC Belum bisa ter...
-
Rasa sakit mendera badannya bagian bawah. Ada apa ya? Rasanya begitu beratnya. Seperti diganduli beban berat yang berton-ton. Jangan-jangan ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar