Buat: Rie-Rie di Hongkong
Oleh: M. Saifun Salakim
Mengapa harus ada luka
Kalau darah saja masih memerah
Kalau butiran getah bening masih mengkilap
Mengalirkannya ke jantung kehidupan
Ada sedikit harapan
Mengalirkannya ke hati kenikmatan
Ada sejuta kelezatan
Mengalirkannya ke ginjal hidayat
Ada seribu kebersamaan
Tuhan
Biarkan dia lancar mengalir seperti air
Setiap saat selalu menuju muara
Mengangkut sampah-sampah yang menghalangi jalan baktinya
Dibenamkannya tak berbentuk rupa
Pada kedalaman muara hidupnya
Mengapa harus ada patah hati
Kalau pohonnya yang ada
Masih mempunyai cabang-cabang yang kokoh
Merekahkan cabang pohon itu cepat bersedekah
Mengapa harus ada kecewa
Kalau urat-urat pohonnya
Masih mendapatkan nutrisi setiap hari
Dalam derma pada setiap wajah sumber air perigi
Melayukan urat-urat itu membusuk sepi
Tuhan
Berikanlah cabang-cabang baru yang segar menghijau
Tak akan pernah patah dilanda apapun
Lengkapi urat-urat pohonnya besar mengembul
Selalu berkecukupan makanannya setiap saat
Tak akan membusuk lagi untuk selanjutnya
Tuhan
Jadikan dia angin yang mengalir
Tak pernah menampakkan wajahnya
Hanya selalu setia merasakan kehadiran-Mu
Tuhan
Manusiakanlah dia menjadi manusia seutuhnya
Yang tak pernah peduli lagi
Dengan pergolakan luka dan patah hati
Hanya hakiki menjadi pecinta yang merindui
Kemulusan gugusan awan-awan-Mu yang tak bertepian
Di kasih yang suci
Depan Laptop (PTK), 29122207
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Jingga Aksara Menawan Puisi akrostik dari nama: Musfeptial Karya: Sarifudin Kojeh Menjemput ji...
-
Oleh: M. Saifun salakim Rumah rumput memaguti burung patah sayap Masih dapat terbang bebas mengangkasa Menyinggahi rembulan berzikir renyah ...
-
Oleh: M. Saifun salakim Menutup lembaran angin Saat putih-putih mengeposkan email Saat gelegar gendang menghempas di pucuk AC Belum bisa ter...
-
Rasa sakit mendera badannya bagian bawah. Ada apa ya? Rasanya begitu beratnya. Seperti diganduli beban berat yang berton-ton. Jangan-jangan ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar