Oleh: M. Saifun Salakim
Sepatah kata udang terlontarkan
Janganlah kamu banyak bersungut-sungut
Karena sungutlah banyak orang mati berdiri
Menunggingi kata-kata yang lahir dari kolam kejernihan
Sepantasnya aku tak bersanding rembulan
Terlalu jauh dalam regukan cinta misteri
Membuat semakin sepi dan sepi yang mencekam
Ikan lain lagi melontarkan kata-katanya
Janganlah kamu banyak menggunakan petik
Karena petiklah banyak orang bersabung nyawa
Mengorbankan darah saudara sendiri
Bukanlah sebuah persoalan baginya
Mengalir di bejana beku imaji-imaji lepas kendali
Sudahlah kalian ini jangan banyak berpetuah
Lebih baik kalian renangi keindahan tubuhku
Yang terus mengalir tiada henti ke kehidupan
Ini dikarenakan keikhlasanku melakukan kodrat
Yang ditumpahkan-Nya dengan kasih sayang
Udang pun segera melaksanakan tugasnya
Membuat rumah indah dengan cangkang di air ini
Ikan tak ketinggalan membersihkan dirinya
Dengan siripnya di kemolekan air ini
Hanya lumut tak mau ambil bagian
Dia terus menggerutu tak berbatu
”Kalian bangsat semua”
Kurbu (Balber), 31102007
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Jingga Aksara Menawan Puisi akrostik dari nama: Musfeptial Karya: Sarifudin Kojeh Menjemput ji...
-
Oleh: M. Saifun salakim Rumah rumput memaguti burung patah sayap Masih dapat terbang bebas mengangkasa Menyinggahi rembulan berzikir renyah ...
-
Oleh: M. Saifun salakim Menutup lembaran angin Saat putih-putih mengeposkan email Saat gelegar gendang menghempas di pucuk AC Belum bisa ter...
-
Rasa sakit mendera badannya bagian bawah. Ada apa ya? Rasanya begitu beratnya. Seperti diganduli beban berat yang berton-ton. Jangan-jangan ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar