Oleh: M. Saifun Salakim
Kembali
Kepada keaslian desamu
Masih terkenang lako-lako1 di rawa
Menugal2, menyemai, menanam benih-benih padi
Kini telah tumbuh kemuning mengurai di jengkal hari
Menjadikan dirimu seorang gadis pematang hati
Ingin dipanen sejuta ton perasaan lelaki
Dan dikupas jadi makanan pokok hidup setiap hari
Kembali
Kepada kesegaran desamu
Masih terbekas lubuk-lubuk di ujung tanjung
Berjejeran pohon nipah kehidupanmu
Mengunyah renyah buah tematuknya3
Menganyam indah daun hijaunya
Menikmati lezat mayang mandinya4
Kini telah tumbuh sejuta ketenangan jiwa
Menjadikan dirimu seorang gadis lautan maha indah
Ingin dilayari senang dengan tempadah-tempadah5
Dan menyelami kedalamannya untuk mengambil sajadah
Yang terdapat dalam mutiara cinta madah-madah6
Kembali
Kepada ketenteraman desamu
Membuat dirinya ingin mempersunting
Sejuta kenangan yang ingin ia sematkan
Pada dirimu adalah seorang gadisnya
Yang pandai memainkan dentingan-dentingan irama
Lagu-lagu bunting
Untuk melahirkan anak-anak negeri kelak
Begitu maha pentingnya
Kembali
Kepada kebekuan desamu
Hanyalah tanah kuburan bekal hatinya
Menemuimu adalah seorang gadisnya
Yang sudah membatu
Kursi Indah (PTK), 29122007 ~ (01.00)
Keterangan :
- Lako : Ladang
- Menugal : Membuat lubang di tanah untuk menyemaikan benih padi
- Tematuk : Buah dari pohon nipah
- Mayang mandi : Pucuk pohon nipah yang masih muda berbentuk tombak yang dapat dimakan
- Tempadah : Perahu yang berbentuk sandal
- Madah : Nyanyian yang meratap rindu dan mendayu-dayu perasaan seseorang
1 komentar:
aku belum mau pulang bang, belum selesai kontrak.
hehehehe....
mang puisi ni untukmu Rie??
hehehe...
Posting Komentar