Oleh: M. Saifun salakim
Bulan memerah di dalam akuarium
Melambai kita untuk diajak bercerita
Tentang segala derita, duka,
dan kehidupan yang distorsi
namun kita diam membatu
walaupun bulan memerah sampai
memecahkan kaca akuarium
meninggalkan luka
kita masih diam tak bisa berkata
bulan memerah di dalam akuarium
mengajak kita mengarungi arus sungai yang deras
supaya sampai ke delta
tetapi kita tidak tahu berenang
akhirnya kita hanya terpaku
dengan kebanggaan di kerah dada
walaupun masih tidak bisa berbuat apa-apa
bulan memerah di dalam akuarium
tidak mau mengajak kita lagi
karena kita merupakan patung dan besi
bulan memerah di dalam akuarium
akhirnya hanya menantikan air untuk diajak
bercengkerama dalam segala hal
karena air merupakan teman yang paling setia
Perjalanan, 29 Agustus 2001 (10.30)
(Dipublikasikan di Antologi Bianglala, Oktober 2001)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Jingga Aksara Menawan Puisi akrostik dari nama: Musfeptial Karya: Sarifudin Kojeh Menjemput ji...
-
Oleh: M. Saifun salakim Rumah rumput memaguti burung patah sayap Masih dapat terbang bebas mengangkasa Menyinggahi rembulan berzikir renyah ...
-
Oleh: M. Saifun salakim Menutup lembaran angin Saat putih-putih mengeposkan email Saat gelegar gendang menghempas di pucuk AC Belum bisa ter...
-
Rasa sakit mendera badannya bagian bawah. Ada apa ya? Rasanya begitu beratnya. Seperti diganduli beban berat yang berton-ton. Jangan-jangan ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar