Oleh: M. Saifun salakim
Kusam membiru menjamah Indonesia
Penuh rentan-rentan membentang lajur
Dari rekah-rekahan tanah menganga
Dari deruan air menaiki puncak rumah
Dari dahak-dahak kental gunung merapi
Memberikan bercakan-bercakan berbekas
Memberikan tangis dan tawa bercampur rasa tuba
Di sela-sela itu belasan tenda menjamur
Menengadahkan tangan mengharapkan kasih
Memberi antarsesama saudara
Untuk meringankan beban penderitaan ini
Terlalu berkarat dihantam derita bertubi-tubi
Ini suatu pertanda apaan
Disini terjadi gejala sindrom apaan
Hingga kusam membiru selalu menjamahnya
Mungkinkah ini adalah suatu anugerah terpendam
Atau teguran hikmah untuk menyadarkan
Kegilaan berlebihan dari kita
Yang telah dilakukan sebelum ini
Sebagai bukti cinta tuhan mengasihinya
Lewat denyutan puisi antiknya
Yang menyebar kini
Pontianak, 03072006
Jumat, 21 September 2007
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Belamin Selalu Berseri Oleh: Sarifudin Kojeh ...
-
Oleh: M. Saifun salakim Rumah rumput memaguti burung patah sayap Masih dapat terbang bebas mengangkasa Menyinggahi rembulan berzikir renyah ...
-
“Ah ... A mboi cantiknya,” seruku. Terpana. “Astaghfirullah .... ” Gadis itu memekik. Karena, kerudung yang dipakainya robek. Mempe...
-
Rasa sakit mendera badannya bagian bawah. Ada apa ya? Rasanya begitu beratnya. Seperti diganduli beban berat yang berton-ton. Jangan-jangan ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar