Buat : Keina [Nama Chatting]
Dia pulang denga perahu pena
Membawakan muatan kertas yang sudah ditulisi
Coretan indah sebuah persahabatan yang jauh dari seberang
Dalam segenap hitungan hari yang tak pernah dihitungnya
Dengan logika melainkan dengan rasa
Tiba di dermaga kepeduliannya
Dia menyimpan nama sahabatnya dalam bingkai waktu
Yang berseri-seri di gantungan kamar bermutu
Lalu sujud syukurnya membuncah
Menikmati kehidupan yang sedikit merencahkan aus
Dari bumi sampai ke lautan luas
Ingin meminum air-air segar basah
Bersama sahabatnya di putaran nasib tak pernah dibantah
Yang memang ketentuan azali dari allah
Pontianak, 28062008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Belamin Selalu Berseri Oleh: Sarifudin Kojeh ...
-
Oleh: M. Saifun salakim Rumah rumput memaguti burung patah sayap Masih dapat terbang bebas mengangkasa Menyinggahi rembulan berzikir renyah ...
-
Oleh: M. Saifun salakim Menutup lembaran angin Saat putih-putih mengeposkan email Saat gelegar gendang menghempas di pucuk AC Belum bisa ter...
-
Jingga Aksara Menawan Puisi akrostik dari nama: Musfeptial Karya: Sarifudin Kojeh Menjemput ji...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar